by

Ustadz AKA Jadi Narsum Puncak Kegiatan OPOP Se-Jawa Barat

TASIK PERDANANEWS.COM Ustadz Aka, Ketua Kopontren Idrisiyyah yaitu Ustadz Ahmad Tazakka Bonanza menjadi narasumber dalam kegiatan Puncak One Pesantren One Product (OPOP) yang diikuti oleh 500 Pesantren se Jawa Barat.

Dalam kegiatan Audisi Product, Gelar Product dan temu bisnis yang laksanakan selama 3 hari dimulai pada hari sabtu, (5/12) yang berahir hari ini tersebeut, dilaksanakan secara Virtual mengingat kondisi masih pandemi Covid-19 terlebih saat ini Kab.Tasikmalaya dan daerah- lainya masuk zona merah yang harus meningkatkan kewaspadaan demi terhindarnya wabah corona.

Baca Juga : FHQ dan Kemenag Kab. Tasikmalaya Adakan Verifikasi RTQ Se- Kab.Tasik

Diketahui, Program OPOP adalah program yang diinisiasi oleh Pemprov Jawa Barat untuk memakmurkan pesantren agar mampu memiliki usaha yang profesional sehingga bisa memecahkan masalah ekonomi di pesantrennya maupun di masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah kegiatan OPOP ini termasuk kedalam salah satu dari 45 program Pelayanan publik terbaik Nasional yang dipilih oleh Kementerian PAN-RB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) karena inovasi dalam menciptakan pelayanan publik, dari program OPOP ini menurut Ridwan Kamil dilansir dari sosial medianya sudah ada 1565 pesantren yang memiliki usaha mandiri dan targetnya akan ada 5000 pesantren yang bisa mandiri dalam berwirausaha” Ucap Ustadz AKA Panggilan Akrabnya.

Atas terpilihnya program OPOP kedalam 45 program Pelayanan publik terbaik Nasional, maka Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan apresiasi untuk Tim OPOP 2020 dan Pesantren Idrisiyyah termasuk kedalamnya.

Baca Juga : Ketua YAMPU Serahkan Bantuan Korban Longsor, Melatisuka Tasikmalaya

AKA juga berharap semoga program yang telah digagas serta mendapat dukungan dari Diskukjabar tersebut dapat memajukan persantren yang lebih mandiri serta mendapat keberkahan dalam berwirausaha.

“Tetap semangat, semoga jerih payah program yang didukung oleh @diskukjabar dan seluruh tim yang terlibat ini, menjadi keberkahan dan kemajuan bagi pesantren yang ingin mandiri dalam berwirausaha” Tutupnya.

Rls/red : TasikPerdananews

PERDANANEWS