by

Konflik Politik Demokrat, Munculkan Kembali Relawan AHY 2017

PERDANANEWS TASIK — Konflik Politik baik di internal maupun diluar Partai Demorat (PD) ahir-ahir ini semakin memanas hingga memunculkan kembali Para Relawan Pasangan Agus-Sylviana Murni pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Nama Moeldoko belakangan santer dikaitkan dengan Demokrat usai Ketua Umum partai berlambang mercy itu, AHY buka suara ke publik soal dugaan kudeta kepemimpinan di Partai Demokrat.

Baca Juga: Peringati Hari Ibu, AHY: I am what I am because of you

Kali ini dikabarkan Para Relawan Pemuda Agus Sylvi yang diwakili oleh Wakil ketua Pemuda relawan Fikri, direncanakan akan melakukan Deklarasi dukungan kepada Mantan Panglima TNI Moeldoko di depan Kantor Staf Kepresidenan untuk maju sebagai Calaon Pimpinan Paratai Demokrat yang saat ini Masih resmi di pimpin AHY.

“Insya Allah jadi kalau tidak ada halangan, setelah Sholat Jumat,” kata Fikri dikutip dari CNN Indonesia Kamis (4/2) malam.

Fikri mengklaim bahwa relawan yang tergabung sudah terdaftar di KPU saat Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu. Saat ini tambahnya, kelompok relawan yang tergabung di DKI Jakarta berjumlah kurang lebih 100 orang.

Akan tetapi mengingat masih dalam kondisi PSBB Covid-19, deklarasi akan dilakukan hanya beberapa orang saja.

Sekitar 5 orang saja,” ucap dia.

Fikri juga mengatakan alasanya  mendukung Moeldoko karena Beliau sosok yang dianggap potensial untuk menjadi seorang pemimpin di negara yang menganut sistim demokrasi.

“Ada potensi untuk menjadi pemimpin. Indonesia ini juga bukan sistem kerajaan yang istilahnya dari bapak ke anak,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengirim surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meminta klarifikasi tentang keterlibatan pejabat istana yang diduga akan melakukan upaya kudeta terhadap partai yang dipimpinya.

Pihak Istana Kepresidenan akhirnya angkat bicara soal surat klarifikasi Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal isu kudeta posisi di pucuk pimpinan partai tersebut. Istana memilih untuk tidak menjawab, sikap yang justru membuat heran Demokrat.

Baca Juga: Moeldoko: Banyak Pihak Belum Paham Omnibus Law?

Lewat Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, ia membenarkan bahwa surat tersebut dikirimkan petinggi Partai Demokrat. Surat ini diteken langsung AHY dan ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kami sudah menerima surat dari Pak AHY yang ditujukan kepada Bapak Presiden, diantar langsung oleh Pak Sekjen Partai Demokrat,” ujar Pratikno dalam keterangan pers di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/2/2021).

(PN/BR).

Comment

PERDANANEWS