by

Aturan IMEI Blokir Ternyata Ampuh Turunkan Peredaran Ponsel Ilegal

PERDANANEWS TASIK — Sejak diberlakukanya Aturan imei blokir ponsel black market (BM) melalui IMEI pada 2 April 2020 lalu, Terbukti Ponsel ilegal semakin menurun peredaranya.

Aturan Imei Blokir tesebut mulai di tandatangani pada 18 Oktober 2019 oleh 3 menteri dan berlaku Pada April 2020

Dari laporan firma riset IDC, peredaran ponsel balck Market (BM) mendorong pengiriman (shipment) ponsel di pasar Indonesia.

Baca Juga: Penasaran, Berikut Ponsel-Ponsel Pintar yang Bakal Digemari 2021

“Penerapan regulasi registrasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) juga terus menunjukkan hasil yang positif, dengan meminimalisir peredaran smartphone ilegal di pasaran,” jelas Risky Febrian, analis pasar IDC dalam keterangan resmi.

“Faktor ini diperkirakan memiliki peran besar untuk pemulihan pasar smartphone lebih lanjut di tahun 2021 dan seterusnya, di mana kami memperkirakan akan tumbuh sekitar 20 persen pada tahun 2021,” tambah Risky. Yang dikutip dari kompas (19/03/20201).

Lebih lanjut Reski menjelaskan sebelum aturan IMEI blokir diberlakukan, IDC update pasar ponsel ilegal mencapai 20-30 persen.

Peredaran smartphone ilegal dilakukan melalui berbagai jalur penjualan, baik langsung ataupun via onlie.

Saat diawal pemberlakuan IMEI blokir diterpakan, Konsumen masih banyak memilih Smartphone Ilegal karena harganya murah dan cara mendapatkanya pun tidak sulit seperti ponsel resmi.

Comment

PERDANANEWS