by

Ternyata Tanaman Porang Punya Nilai Ekonomi Bagus dan Banyak Manfaatnya

PERDANANEWS TASIK — Ingin memulai berkebun atau anda ingin beralih profesi menjadi petani, tak salah kiranya anda memilih untuk membudidayaka tanaman porang yang berniali cukup bagus.

Tanama porang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi. Tanaman ini juga dapat diolah menjadi berbagai macam makanan luh, dan menjadi bahan baku industry, sebab marketnya yang terbuka lebar. Maka sangat cocok untuk anda yang hobby bertani.

Manfaat Buah Porang

Tanaman ini termasuk dalam katagori umbi-umbian pada spesies Amorphophallus muelleri blume dan banyak tersebar di pulau jawa karena iklimnya sangat cocok guna pertumbuhanya.

Buah porang bisa diolah menjadi lem ramah lingkungan, bahan campuran untuk industri kertas, perekat, cat, kain katun, wol, pengkilap kain alami, pembersih air, bahan obat, hingga isolator listrik.

Buahnya juga bisa jadi bahan makanan jepang seperti mie shirataki atau konnyaku. Porang juga bisa jadi bahan pengental es krim.

Harga Jual Porang

Baca Juga : Ada Tiga Jenis Tanaman Berdasarkan Lama Hidupnya, Apa Saja?

Kementerian Pertanian dalam laman resminya mengatakan, tanaman ini memiliki peluang besar untuk diekspor. Hal itu menjadi nilai strategis bagi tanaman ini.

Catatan Badan Karantina Pertanian menyebut, ekspor porang pada tahun 2018 tercatat sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspor yang mencapai Rp 11,31 miliar ke negara Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia dan lainnya.

Belum banyak petani porang saat ini. Umbi porang masih banyak berasal dari hutan dan tidak dibudidayakan. Beberapa sentra pengolahan tepung porang saat ini ada di beberapa daerah seperti Pasuruan, Madiun, Wonogiri, Bandung, Maros, Tapanuli, dan Padangsidimpuan.

Balai Besar Karantina Belawan mencatat, ekspor porang asal Provinsi Sumatera Utara(Sumut) sepanjang 2020 mencapai 861 ton dengan nilai Rp19,1 miliar. Tanaman sejenis umbi-umbian ini diekspor ke China, Thailand, Vietnam dan Jepang.

Harga porang bisa mencapai Rp2.500 untuk satu umbi dengan berat 4 kilogram. Untuk luas 1 hektare bisa ditanam sebanyak 6.000 bibit, sehingga bisa menghasilkan 24 ton/hektare.

Cara Menanam Tanaman Porang

Sebelum menanam, ada 3 hal yang harus Anda perhatikan.

Pertama, perhatikan tanah tempat Anda akan menanam parong. Tanah haruslah gembur, tidak terlalu basah, dan memiliki keasaman tanah 6-7. Struktur tanah merupakan campuran tanah liat berpasir serta terbebas dari gulma.

Anda juga harus memperhatikan iklim yang cocok untuk menanam porang. Idealnya, porang ditanam di dataran tinggi 100-600 mdpl, dengan cahaya matahari yang cukup.

Kemudian perhatikan lingkungan di sekitar lokasi tanam. Porang membutuhkan tanaman lain untuk tumbuh sebagai inang. Beberapa jenis tanaman yang baik menaungi porang diantaranya pisang, jahe, pinang, mahoni, jati, dan sonokeling.

Setelah mengetahui syarat tersebut, berikut tahapan menanam porang:

Baca Juga : 6 Tanaman Hias Bakal Trend Global di 2021, Menurut Data Google

Sebelum menanam, siapkan lahan bertanam porang terlebih dahulu. Berikut langkah-langkah mempersiapkan lahan tanam untuk porang:

  1. Siapkan ajir atau batang bambu untuk menegakkan tanaman
  2. Buat jarak antar ajir 1 meter x 1 meter khusus untuk bibit umbi dan katak
  3. Setelahnya buat lubang tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 20 cm. Namun Anda dapat menyesuaikannya dengan ukuran bibit yang dipakai
  4. Masukkan bibit porong ke dalam lubang tanam dengan letak bakal tunas menghadap atas
  5. Tutup lubang tanam dengan tanah setebal 3 cm

Sebagai catatan, apabila menggunakan biji jenis bintil (katak), maka mata tunas jangan dibalik agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Jika menggunakan biji, masukkan akar ke dalam lubang secara hati-hati agar akar tanaman tidak rusak dan pastikan menutup lubang dengan rata.

Baca Juga : Janda Bolong Diminati di Tasikmalaya, Penasaran Berapa Harganya..?

Jika menggunakan bibit umbi, Anda tidak perlu terlalu memedulikan peletakan bakal tunas menghadap atas atau bawah.

Pemberian pupuk dasar dilakukan sebelum umbi ditanam dengan menggunakan pupuk bokashi yang dicampur dengan top soil sebanyak setengah kilo per lubang. Sedangkan untuk bibit katak, pupuk bokashi dicampur pada tanah sekitar ajir.

(PN/BR).

Comment

PERDANANEWS